Ulasan Singkat Konstruksi Cakar Ayam Yang Wajib Dibaca

By | April 16, 2020

Mendirikan bangunan merupakan sebuah kegiatan yang hampir setiap orang mengalami. Terutama keluarga baru menikah pasti kebanyakan membuat rumah untuk ditinggali. Maka memahami konstruksi cakar ayam perlu dilakukan agar lebih paham seputar pondasi yang bagus.

Mengenal Sejarahnya

Bagi yang belum tahu kebanyakan tempat tinggal di Indonesia menggunakan kostruksi cakar ayam dalam pembuatan rumahnya. Lebih jelas lagi pada bagian pondasi atau kaki-kaki rumah. Hal dimaksud merupakan faktor penting kokohnya sebuah bangunan.

Konstruksi cakar ayam sama dengan menghargai penemuan teknik rekayasa pondasi hasil karya anak bangsa Indonesia. Metode ini ditemukan oleh pria bernama Prof.Dr.Ir Sedijatmo sejak tahun 1961. Pada saat itu Beliau menjadi pejabat PLN dan harus membuat menara listrik di Jakarta.

Pada tahun 1962 di Gelanggang Olah Raga Senayan akan diadakan pesta Asian Games. Maka Beliau ditugaskan menyalurkan tenaga listrik ke Tanjung Priok agar dapat mensupport acara tersebut. Pada saat itu harus berdiri 7 tiang, 2 di antaranya sudah berhasil namun tersisa 5 yang masih belum.

Kemudian tercipatalah teknik konstruksi yang bernama cakar ayam. Penggunaanya dapat memungkinkan pendirian bangunan bahkan ditanah berstruktur lunak seperti rawa. Mereka terdiri dari plat tipis, dengan dukungan pipa tertanam dibawahnya, sehingga menjadikan pondasinya kuat.

READ  Alat Kontruksi Baru untuk Tahun Ini

Manfaat Memakai Konstruksi Cakar Ayam

Seperti diketahui Jakarta merupakan daerah dengan daratan rendah. Selain itu struktur tanahnya kebanyakan lembek, karena memang Sebagian besar merupakan rawa. Hal tersebut tentu menyulitkan pembangunan rumah atau gedung.

Berbagai dampak negatif akan terjadi jika menggunakan pendirian pondasi memakai teknik konvensional. Diantaranya sulitnya medan membuat pekerja dan material berubah tempat. Selain itu bahkan juga sampai ambles kedalam tanah.

Konstruksi cakar ayam dapat menjadi solusi mengatasi persoalan tersebut. Alasannya karena teknik itu memungkinkan pondasi bisa mencengkram tanah dibagian bawah. Hasilnya tentu seperti apapun struktur tanahnya bangunan tetap bisa berdiri malahan menjadi lebih kokoh.

Keunggulan lain jika menggunakan konstruksi ini adalah tidak diperlukannya sistem drainase. Maka hasilnya pondasi benar-benar kuat karena di dalamnya berisi beton padat. Berbeda dengan sistem konvensional yang membutuhkan ruang untuk sambungan.

Strukturnya

Selanjutnya akan dibahas mengenai struktur yang ada pada konstruksi cakar ayam. Jika dalam pembangunan dan memakai teknik ini maka membutuhkan beberapa play beton bertulang. Namun harus menggunakan ketebalan material relative tipis.

Setelah itu akan didukung oleh bantuan bius beton bertulang lalu disatukan pada bagian plat secara vertikal. Namun harus terdapat jarak antara keduanya kurang lebih sekitar 200 cm hingga 250 cm. sedangkan ketebalannya mulai 10 cm sampai dengan 20 cm.

READ  Berapa sih Jarak Anyaman Besi Cor Lantai?

Pipa bius beton juga harus mempunyai diameter sebesar 120 cm dengan tebal 8cm dan panjang antara 150 cm hingga 250 cm. Persyaratan yang ada paling tidak harus terpenuhi semua agar kualitas pondasinya terjamin. Hasilnya tentu bangunan akan menjadi kokoh serta kuat.

Kemudian dalam pembuatan konstruksi tersebut perlu dilakukan penggalian dahulu pada tanah. Selanjutnya hasil tersebut akan dipakai sebagai lantai kerja, tidak perlu terlalu kebawah cukup 30 cm hingga 50 cm. Berikutnya melubangi dengan diameter 80 cm sampai 120 cm sedalam 1,2 meter.

Kekurangan Konstruksi Cakar Ayam

Konstruksi cakar ayam, selayaknya buatan manusia lainnya pasti memiliki kekurangan. Pertama adalah dari segi biaya yang perlu dikeluarkan masih termasuk lebih mahal dibanding sistem konvensional. Penyebabnya karena kerumitan dan jumlah tindakan selama proses pembuatan.

Selanjutnya dari segi material yang penting dan perlu ada dalam proses cor beton dalam pondasi. Hal tersebut tentunya membutuhkan jumlah konstruksi lebih banyak. Akhirnya akan kembali terasa pada masalah biayanya membludak karena pembelian bahan.

Kekurangan berikutnya adalah kurang bagus jika dipergunakan untuk membangun rumah atau gedung-gedung kecil. Memang benar jika konstruksi cakar ayam membuat bangunan lebih kokoh. Namun masalahnya karakteristik serta biayanya tentu tidak akan sebanding dan terkesan boros.

READ  Dasar-Dasar Kontruksi Bangunan untuk Para Pemula

Setelah mengenal konstruksi cakar ayam, beberapa keuntungan diatas pasti dapat menjadi tolak ukur penentuan pondasi bangunan yang bagus. Terutama jika tinggal dikawasan berdataran rendah, dengan struktur tanah lembek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ten + 1 =