Jenis Jenis Alat Berat dan Fungsinya Dalam Konstruksi

By | Juli 1, 2020

Konstruksiindo.com – Dalam pengerjaan konstruksi diperlukan peralatan memadai untuk melancarkan kegiatan. Jenis jenis alat berat pun ada beragam mulai dari untuk pembangunan, pertanian, pertambangan dan lain sebagainya (kebanyakan digunakan untuk proyek besar).

Pengertian Alat Berat

Alat berat ialah peralatan yang digunakan dalam proyek dengan skala besar seperti misal pembangunan gedung bertingkat, pembuatan jalan atau jembatan, menggali daerah pertambangan, membajak sawah, pengaspalan dan lain sebagainya.

Terbagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan fungsi yaitu implemen, alat traksi, sumber tenaga, sistem kendali, serta struktur. Selain itu, terdapat pula pembagian berdasarkan tugas misal untuk pengerjaan tanah, memindahkan barang, memadatkan lahan, dan lain sebagainya.

Meski begitu, penggunaan alat berat juga memiliki standard tertentu serta tidak bisa dilakukan pada tempat dengan akses jalan sulit atau sempit. Oleh karena itu, saat hendak menggunakan peralatan ini pastikan sudah memenuhi kriteria mengenai kondisi lapangan, akses, jenis tanah, serta lama pengerjaan. Jika anda mau sewa alat berat di denpasar silakan hubungi linajaya, karenan linajaya memiliki alat yang lengkap

READ  Inilah Berbagai Fungsi Alat Berat Excavator

Jenis-Jenis Alat Berat

Terdapat berbagai jenis-jenis alat berat yang dapat ditemui di sekitar kita seperti excavator, truk pasir, traktor, bulldozer, dan masih banyak lagi. Namun, apa kegunaan serta termasuk dalam tipe apakah peralatan tersebut? Berikut informasi mengenai fungsi beserta macam-macamnya:

1. Alat Pengolah Lahan

Fungsi utama tentu untuk pembukaan lahan serta perataan permukaan tanah. Peralatan yang digunakan yaitu bulldozer, motor scrapper, serta grader. Ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam hal pengolahan bagian daratan.

Peralatan berat jenis ini memiliki ciri beroda karet atau wheel tractor serta kelabang yang sering disebut crawler dozer. Keduanya memiliki fungsi masing-masing tergantung pada kondisi lapangan yang dihadapi.

2. Alat Penggali

Excavator merupakan salah satu contoh alat berat dengan fungsi penggali khususnya pada tanah dan bebatuan. Dilengkapi dengan roda berbentuk ban atau crawler yang dapat digunakan pada permukaan kasar atau tidak begitu padat.

Terdapat tiga jenis excavator yang sering dijumpai yaitu front shovel yaitu bucket menghadap ke depan; backhoe digunakan mengeruk tanah dengan pengeruk berbentuk ke dalam; serta clamshell dengan penggali berbentuk mencengkeram.

Salah satu kekurangan dari excavator ialah hanya dapat digunakan untuk menggali dan memindahkan isi dalam jarak yang sangat dekat. Maka dari itu, penggunaannya terkadang dikombinasikan dengan truk pemuat material agar setelah tergali dapat langsung tertampung tanpa membuat gunungan.

READ  Rumus Perhitungan Alat Berat Excavator: Produktivitas Kerja Backhoe

3. Alat Pengangkut Material

Alat berat yang berfungsi untuk mengangkut material ialah truk, wagon, atau belt. Dapat membawa pasir, kerikil, tanah, bahkan batuan ukuran sedang untuk keperluan pembangunan. Saat menggunakan peralatan ini terdapat beberapa faktor penting yaitu kondisi lapangan, volume, waktu, serta biaya.

Selain itu, terdapat juga alat berat bernama crane yang dapat digunakan untuk mengangkut material secara vertikal maupun horizontal. Salah satu syarat penggunaannya ialah hanya pada jarak relatif dekat serta tinggi.

Penggunaan alat pengakut haruslah sesuai dengan kondisi lapangannya. Bentuk tanah berpengaruh untuk menentukan jenis alat berat apa yang akan digunakan begitu juga pada ketinggian berguna untuk memilih crane dengan fungsi tertentu.

4. Alat Pemadat

Tugas dari alat berat satu ini ialah untuk memadatkan permukaan tanah seperti pada proyek pembuatan jalan, pengaspalan, serta perataan permukaan lahan Peralatan yang digunakan ialah jenis bulldozer, tamping roller, compactor, pneumaticredroller, motor grader, three wheel roller, dan masih banyak lagi.

Sedangkan untuk pengaspalan peralatan berat yang dapat digunakan ialah asphalt finisher yang berguna untuk memadatkan adonan aspal ke jalanan. Menggunakan roda jenis kelabang menjadikan pergerakannya lambat namun memberikan hasil lebih rata.

5. Alat Pemroses Material

Peralatan untuk pemrosesan material yaitu termasuk concrete mixer truck yang digunakan untuk mengaduk bahan batuan, semen, pasir, dan bahan beton. Selain itu, pengolahan aspal dapat menggunakan alat crusher.

READ  Rumus Perhitungan Alat Berat Excavator: Produktivitas Kerja Backhoe

Untuk bahan beton, peralatan berat canggih yang dapat digunakan ialah concrete batching plant terutama jika membutuhkan dalam jumlah besar. Penggunaannya lebih efektif daripada mixer truck. Hasilnya juga lebih berkualitas serta nilai slump dan trengthnya akan tetap stabil.

Sedangkan untuk mencampurkan adonan aspal, dapat menggunakan peralatan asphalt mixing plant meski beberapa pekerja lebih memilih dicampur secara manual dengan alat di sekitar karena hanya membutuhkan hasil sedikit saja.

Penggunaan peralatan berat tentu saja harus memikirkan berbagai faktor penting seperti kondisi lapangan, jenis tanah, serta waktu pengerjaan. Dikarenakan berukuran besar tentu diharapkan keamanan tertentu agar tidak terjadi kecelakaan dalam pengoperasiannya.

Ada banyak jenis jenis alat berat yang sering dijumpai di lingkungan sekitar. Selain untuk mengerjakan pekerjaan bangunan, peralatan tersebut juga dapat digunakan dalam hal pembangunan jalan, pengerukan tanah untuk dam dan masih banyak lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 − four =