2 Pembagian Jenis – jenis Kontrak Konstruksi

By | April 16, 2020

Di dalam dunia bisnis jika ingin usaha bisa maju dan berkembang tentu penting untuk menjalin kerjasama dengan pebisnis lainnya. Namun, sebelum memulai hal itu penting buat Anda mengetahui jenis – jenis kontrak konstruksi atau bidang lain yang diatur dalam undang-undang.

Jenis Kontrak Berdasarkan Cara Pembayaran

Di bidang kerjasama sebuah bisnis pemerintah telah mengeluarkan peraturan yang tertuang dalam Peraturan Presiden Republik Indoneisa Nomor 54 tahun 2010, pasal 50 ayat 3 menjelaskan mengenai jenis kontrak berdasarkan cara pembayarannya di antarnya sebagai berikut :

1. Kontrak Harga Satuan

Di dalam kontrak satuan ini dijelaskan bahwa perjanjian yang dibuat dengan ketentuan jumlah harganya dibayarkan sesuai unsur pekerjaan dan spesifikasinya sudah ada perhitungan secara jelas, namun soal kuantitas masih dalam perkiraan saja.

Jadi untuk sistem pembayaraan kontrak harga satuan ini berdasarkan hasil perhitungan bersama mengenai jumlah volum yang selesai dikerjakan, dengan pertimbangan seperti itu maka perjanjian kerja seperti ini cocok untuk pekerjaan yang kuantitasnya.  

READ  Tips Membeli Properti Pertama Anda

2. Kontrak Lump Sum

Dibanding perjanjian lainnya, jenis kontrak  lump sum ini sangat jelas serta terikat baik dari jumlah harga, dan tentunya tidak mungkin ada penyesuaian ataupun perubahan nilai setelah disepakati kedua belah pihak yakni antara pemilik proyek dengan pihak kontraktor atupun vendor.

Kontrak jenis lump sum ini cocok dipakai dalam pekerjaan ataupun bidang konstruksi yang kuantitasnya dapat diperhitungkan dan diperkirakan secara pasti sejak awal pada saat penandatanganan perjanjian.

3. Kontrak Gabungan Harga Satuan dengan Lump Sum

Jelas seperti namanya, kontrak  ini sengaja dibuat dengan menggabungkan ketentuan kerjasama dari harga satuan dengan lump sum dalam satu surat perjanjian tertulis antara kedua belah pihak yakni pemilik proyek dan kontraktor.

Kontrak perjanjian kerjasama ini cocok digunakan dalam bidang konstruksi khususnya ketika hendak mendirikan sebuah bangunan yang sebagian unsur atau volume pekerjaan sudah bisa diperhitungkan secara jelas, sedangkan sisanya belum bisa dihitung atau masih perkiraan saja.

4. Kontrak Terima Jadi (Turnkey Contract)

Kontrak terima jadi atau turnkey dalam bidang konstruksi ini menjelaskan bahwa pekerjaan pembangunan tersebut harus diselesaiakan dalam tenggang waktu tertentu dan pembayaran akan diberikan berdasarkan hasil penilaian disesuaikan dengan kriteria kinerja.

READ  Inilah Berbagai Fungsi Alat Berat Excavator

Berdasarkan ketentuan dalam kontrak terima jadi ini, pihak pemilik proyek berkewajiban membayarkan total nilai sesuai kesepakatan kepada kontraktor dengan jumlah sesuai kesepakatan sebelum pekerjaan tersebut dimulai dan pastinya tidak ada perubahan harga.

5. Kontrak Persentase

Kontrak persentase ini menjelaskan bahwa dalam kerjasama bisnis di bidang konstruksi sistem pembayaran dan pembagian keuntungan berdasarkan ketentuan besar kecilnya nilai dari proyek tersebut.

Jadi berdasarkan ketentuan dari kontrak kerjasama ini, pihak pemilik proyek berkewajiban membayarkan dana dalam jumlah tertentu yang sebanding dengan pengeluaran ditambah biaya overhead dari kontraktor selama proses pekerjaan berlangsung.

Jenis Kontrak Berdasarkan Cara Terjadi

Jenis-jenis kontrak konstruksi memang banyak macamnya, selain berdasarkan cara pembayarannya terdapat juga perjanjian kerjasama dibidang bisnis ini ditinjau berdasarkan proses terjadinya yang di kategorikan seperti berikut:

1. Hasil Tender

Kontrak kerjasama antara pemilik proyek dengan kontraktor ataupun vendor ini terjadi melalui proses panjang dalam tender, tentu dalam tahapan tersebut para peserta dapat mengajukan proposal penawaran. Pihak yang memberikan harga dan kualitas terbaik akan dipilih sebagai pemenang.

2. Hasil Negosiasi

Di dalam dunia bisnis konstruksi tidak jarang sebuah kontrak kerjasama dibuat dari hasil negosiasi atas dasar keuntungan bersama. Disni para kontraktor harus terampil dalam berunding dan mempengaruhi pihak pemilik proyek agar mencapai sebuah kesempatan.

READ  Berapa sih Jarak Anyaman Besi Cor Lantai?

3. Melalui Proses Penunjukan

Pada beberapa kasus di dunia bisnis konstruksi terdapat perusahaan sebagai pihak pemilik proyek menunjuk kontraktor ataupun vendor tertentu untik diajak kerjasama karena memiliki kualifikasi yang sesuai kebutuhan, jika ada kesepakatan maka kontrak ini terjadi merupakan hasil dari  tunjukkan.

Jenis-jenis kontrak konstruksi di atas pasti menambah wawasan serta membawa manfaat bagi Anda yang sedang berencana membangun hunian terbaik. Namun, pastikan juga anggaran sudah sesuai dan berikan uang lebih untuk berjaga apabila terjadi pembengkakkan dana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 − 2 =